Senin, 13 September 2010

65tahun “Merdeka” 57 Persen Masyarakat MBD Miskin

65tahun “Merdeka” 57 Persen Masyarakat MBD Miskin
PostDateIcon August 16th, 2010

MALUKUnews, Kisar: Kendati memiliki kekayaan alam dengan hasil tambang yang cukup melimpah, namun hingga saat ini masyarakat di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) masih hidup dibawah garis kemiskinan, hal ini lebih diakibatkan dari tingginya perputaran ekonomi yang sulit dijangkau oleh masyarakat.

Penjabat Bupati MBD, Angky Renjaan kepada wartawan di pandopo, hari Minggu, kemarin, mengatakan, dari 73 ribu jiwa yang ada, 57 persen masyarakatnya hidup dibwah garis kemiskinan, kondisi ini lebih diakibatkan rentannya pasokan barang yang harus diperoleh dari luar daerah berjuluk Kalwedo itu.

“ setahun Merdeka (pasca pemekaran dari kabupaten induk) Kabupaten Pemerintah MBD belum mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang ada, bagaimana tidak semua kebutuhan harus didatangkan dari luar daerah dengan harga yang cukup tinggi,” ungkap Renjaan.

Kondisi cuaca dengan tinggi gelombang yang tidak menentu juga ikut mempengaruhi pasokan kebutuhan dari sejumlah daerah tetangga, bahkan tanpa batas waktu yang pasti, pihak BMG terpaksa melarang aktifitas pelayaran kapal kapal perintis tersebut.

Lanjutnya, Selain aktifitas laut, transportasi udara juga tidak sepenuhnya mendukung aktifitas perdagangan yang ada, dimana harga tiket untuk tiap penerbagangan juga mencapai jutaan rupiah, hal inilah yang mebuat masyarakat menenagah kebawah sulit untuk menjalankan aktifitas perekonomian akibat kesenjangan yang terjadi.

Terkait persoalan tersebut, lanjut Renjaan, pihaknya telah dan terus melakukan upaya koordinasi dan permintaan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk sesegera mungkin menjawab kesenjangan yang cukup mempengaruhi kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya itu. Namun hingga saat ini, upaya yang dilakukan belum bisa membuahkan hasil yang baik.

Meski begitu, Pria yang akan selesai dari masa tugasnya bulan September 2010 mendatang berharap, kedepan petinggi daerah yang akan menggantikan posisinya itu untuk bisa memperjuangakan seluruh program yang telah dirancang bersama pihak DPRD setempat, sehingga seluruh persoalan yang menyangkut hajat hidup masyarakat bisa terealisasi secepat mungkin, demi dan untuk perkembangan Kabupaten yang baru berusia setahun itu.

“ Saya berharap kedepan nanti, pimpinan yang akan menduduki jabatan Kepala Daerah, bisa melanjutkan program peningkatan ekonomi yang telah disetujui oleh pihak DPRD, sehingga keterisolasian yang terjadi selama ini, bisa diminimalisir.(Mourits)
Sumber : Maluku News

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar