Kamis, 02 September 2010

Kain Tenun Maluku Barat Daya

Kain Tenun Maluku Barat Daya
Sudah turun-temurun kegiatan menenun kain dilakukan oleh masyarakat Maluku Barat Daya, yang pada awalnya memintal sendiri benang dari kapas, dan mewarnainya dengan pewarna alami dari dedaunan dan akar – akar kayu.
Di jaman modern, sebagian kecil masyarakat Maluku Barat Daya masih menekuni tenunan tradional, dengan berkurangnya tanaman kapas di Pulau – pulau kecil Maluku Barat Daya banyak penenun yang sudah menggunakan benang jadi dan pewarna buatan telah sebagian besar dibeli di toko dan tidak dibuat sendiri.
Kain Tenun asli  biasanya menggunakan kapas dengan dipintal sambil berjalan memikul air atau barang jualan bagi sebagian besar petani yang hendak menjual hasil kebun ke pasar.


Tenun  asli Maluku Barat Daya sangat mahal karena masyarakat  di daerah ini tidak menjadikannya sebagai kegiatan utama, akan tetapi sebagai kegiatan di waktu senggang saja, selain proses pengerjaan kain asli berbahan kapas sangat membutuhkan waktu yang lama untuk memintal menjadi benang kemudian bisa dibuat kain . Sedangkan kain tenun dengan benang atau pewarna dari toko biasanya harganya tidak setinggi harga berbahan kapas asli dengan pewarna alami.

Sebenarnya perlu Kebijakan pemerintah daerah serta bantuan dari perbankan untuk daerah ini agar usaha – usaha pelestarian budaya perlu lebih dikembangkan dan bisa menjadi lapangan kerja tersendiri bagi masyarakat Maluku Barat Daya yang selama ini terlupakan, program pemerintah daerah tertentu yang menganjurkan pegawainya memakai pakaian hasil tenun lokal sebagai seragam, sebenarnya juga dapat membantu menggairahkan kembali kegiatan tenun di Maluku Barat Daya.
Maluku Barat Daya selain kaya akan hasil tambang, pesona alam, juga sangat kaya dengan berbagai bentuk kerajinan baik tenun, pahat serta anyaman dan kerajinan lainnya akan tetapi selama ini daerah ini terlupakan oleh karenanya kurang di kenal dengan lebih baik.

Ada macam-macam pola yang berkembang, dari garis serta kotak-kotak serta motif seperti membatik dengan model dan variasi warna yang sangat indah.  Kain untuk masyarakat Maluku Barat Daya biasa berupa Sarung, Ikat kepala, ikatan lengan, selendang, kain sarung lebar untuk menutup tempat tidur, dll.

  
From Kain MBD

Kisar sarung tenun ikat

From Kain MBD
Kain Rok Wanita muda  Kisar atau Luang,
Berbahan kapas dan pewarna alami.
Motif dari Kisar dan Luang yang mencerminkan kegigihan tradisi kuno
yang membentuk budaya pulau tersebut.

From Kain MBD
Kain Kisar
From Kain MBD
Kain Kisar
Kisar abad ke-19 Indonesia
pewarna alami  warp ikat warp ikat
220.0 (h) x 105.0 (w) cm (NGA) 220,0 (h) x 105,0 (w) cm (NGA)

Kisar Indonesia awal abad ke-20   Kapas, pewarna alami warp ikat warp ikat   69.4 (h) x 260.5 (w) cm (NGA) 69,4 (h) x 260,5 (w) cm (NGA)
From Kain MBD
Rok Perempuan
Kisar Indonesia awal abad ke-20 Kisar Indonesia
Kapas, pewarna alami, warp ikat
125.0 (h) x 130.0 (w) cm (NGA) 125,0 (h) x 130,0 (w) cm (NGA)
From Kain MBD
Korset pinggang
Kisar Indonesia Kisar abad ke-19 Indonesia
cotton, kapas, pewarna
warp ikat, 10.6 (h) x 301.2 (w) cm (NGA) 10,6 (h) x 301,2 (w) cm (NGA)
From Kain MBD
korset pinggang
Kisar abad ke-19 Indonesia
Kapas,  tenunan pakaian tambahan, dililit dipinggang
13.0 (h) x 250.0 (w) cm (NGA) 13,0 (h) x 250,0 (w) cm (NGA)
From Kain MBD

145,0-cm-dengan-143,0 cm (Luna)

2 komentar:

  1. Wow, sangat bagus.. terus promosikan hasil-hasil daerah kita tercinta, sehingga berkembang dan maju..

    saya elvis larwuy, asli orang tepa..
    bravo MBD, maju terus

    BalasHapus
  2. bagus...mungkin perlu ditambahkan informasi tentang fungsi dari setiap kain bagi masyarakat pulau Kisar

    BalasHapus